Al Fatihah itu Surat dari langit ke bumi atau Surat dari bumi ke langit?

1.Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

2.Segala pujibagi Allah, Tuhan semesta alam

3.Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

4.Yang menguasaidi Hari Pembalasan

5.Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan

6.Tunjukilahkami jalan yang lurus

7.(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

 

Tanggapan: Sekalipun Surat ini dianggap yang terbesar dari seluruh Quran, Ummul Kitab, ia pula yang mendatangkan permasalahan terbesar bagi para ulama dan Muslim sedunia.

Pertama-tama, ayat 1, tidak pasti apakah itu ayat basmalah dari Allah atau sekedar basmalah yang ditambahkan manusia (bukan ayat) sebagaimana dengan 112 basmalah lainya disetiap pembukaan SuraAl-Quran.

Kedua, ayat 5 dst. mendatangkan pertanyaan: “Dapatkah Allah memanggil diri-Nya sebagai “Engkau?”, sedangkan “Allah” sendiri dipihak yang menyembah dan meminta tolong? Tampaknya ayat –ayat dari langit telah tercampur dengan “ayat-ayat” dari bumi. Jikalau itu adalah ayat-ayat Firman, maka Allah tidak akan lalai menyerukan/ memperingatkan kepada Muhammad dengan berkata: “Qul!” [Katakan, (hai Muhammad)] ketika Ia memulai ayat-5. Kata-seruan itu mutlak diperlukan Allah (dan manusia) demi menjaga agar Firman-Allah tidak sampai dipersekutukan kedalam “firman manusia.”

Ketiga, itu sebabnya Abdullah ibn Mas’ud -- sahabat Nabi yang paling pakar dalam Surat Makkiyah, dan yang dipuji oleh Muhammad sendiri sebagai guru mengaji Al-Quran yang paling menonjol (Sahih Bukhari V, p.96-97) telah menolak Surat ini sebagai bagian dari Al-Quran. Ibn Mas’ud mengatakan bahwa Al Fatihah adalah sebentuk seruan doa Nabi diluar  wahyu. Beliau wanti-wantikan sesama teman Muslim, “Jangan menulis kedalam Quran apa yang bukan bagiannya!” Dan dia mengklaim yang paling tahu latar belakang diturunkannya setiap ayat kepada Nabi (HR. Ahmad bin Hanbal).

Ini berarti ada terendus kasus dimana para sahabat Nabi melakukan pencampuran wahyu dengan non-wahyu. Kasus ini bertambah nyata, karena tak ada satupun sahabat Nabi dan ulama lainnya yang dapat memastikan kapan Surat Al- Fatihah ini diturunkan oleh Jibril (sebelum atau sesudah Sura tertentu). Mereka hanya menempatkannya secara pragmatis sebagai Sura Al-Quran yang pertama saja, padahal tak pernah ada perintah Muhammad untuk menempatkannya disitu! Ayat ke-7, dirujukkan oleh pelbagai Hadis bahwa “Orang-orang Yahudi adalah pihak yang dimurkai. Sementara orang-orang Nasrani adalah orang-orang sesat.” (HR Tirmidzi; Ahmad 4/378; Tabrani dalam Al-Kabir 17/98, dll).

Inilah yang paling disesalkan dari sebuah Ummul Kitab (Induk Kitab) yang mulia, sebab yang mereka DOAKAN kepada Allah disini (entah oleh Allah atau manusia) bukannya meminta pengampunan dari Allah, melainkan justru berujud penudingan, diskriminasi, dan pengutukan terhadap kaum Kristen dan Yahudi. Ya, Al Fatihah yang dibaca sedikitnya 17 kali sehari dalam sholat Muslim ternyata tidak meminta pengampunan atas dosa mereka yang terjadi disetiap waktu! Padahal Muhammad bersabda: “Demi Allah! Saya meminta ampun dan bertobat kepada Allah, dalam satu hari lebih dari 70 kali.”! Sebagaipembanding,mari kit abaca Doa Bapa Kami yang diajarkan Yesus dalam Injil-Nya, “Ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat…”. Tidak ada penudingan kepada Muslim sesat atau yang dimurkai , kecuali “ampunilah kami…kami juga mengampuni…  lepaskanlah kami dari yang jahat” (Matius 6:5-14). Itulah doa yang meminta ampun SERAYA mengampuni, DAN minta pelepasan dari belenggu si jahat! (Posting Suwignyo). 


31 comments Add a Comment
I Love Muslimin Except Islam, ???? ??? ?? ????
Reply| 04 Mar 2014 19:35:20
3 in 1 Islami
{Muhammad SAW & IBLIS + Bentukan Jadi-jadiannya (Allah SWT & Jibril)}
Bila disarikan menjadi: Muhammad SAW & IBLIS
Karena Muhammad SAW sejatinya dirasuki IBLIS, maka hakikat utamanya dari Islam adalah IBLIS.

Agama Islam yg disertai dgn pertalian artibut Allah SWT & Jibril adalah merupakan bentuk kemasan luar, yg khusus dirancang IBLIS/Muhammad untuk menipu dan menjerat orang-orang bodoh yg tidak berhikmat, untuk masuk ke dalam AGENDA POKOK IBLIS.
AGENDA POKOK IBLIS yg berdiri dibelakang Agama Islam adalah keinginan IBLIS sejak semula, yaitu untuk melawan Tuhan Pencipta dgn merusak serta menghancurkan semua ciptaan-Nya yg baik, terutama membunuhi umat manusia yg paling dikasihi-Nya, termasuk di dalamnya umat muslim sendiri.

Segala bentuk keinginan untuk membunuhi manusia atau merusak segala sesuatu yg baik yg diciptakan Tuhan, itu pasti datangnya dari si IBLIS, walaupun dilakukan dgn alasan membela Agama atau Allah SWT.

Hati-hati! Jangan Sampai Anda Mau Untuk Terus-menerus Tertipu Oleh Tipuan Licik Dari si IBLIS/Muhammad SAW.

Selama Masih Ada Waktu, Gunakanlah Kacamata Rohani Anda dgn Sebaik-baiknya & Sebijaksana Mungkin!

Dari yg Senantiasa Mengasihi Anda
Si momad69Aisha
I Love Muslimin Except Islam, ???? ??? ?? ????
Reply| 04 Mar 2014 16:18:35
Muhammad SAW = IBLIS = Allah SWT = Jibril

Yang namanya Allah SWT ataupun Jibril itu sesungguhnya hampa atau nihil, sesuatu yang tiada, yaitu sesuatu karangan atau jadi-jadian bikinan IBLIS ataupun Muhammad SAW.

Muhammad SAW & IBLIS + Jadi-jadian (Allah SWT atau Jibril) adalah 3 in 1 Islami, yang membawa kepada kesesatan yang NYATA.

Hendaknya manusia yang memiliki mata rohani yang sehat dapat melihat/mengerti dan mengeker dengan tepat adanya fakta 3 in 1 islami ini, agar cepat-cepat keluar atau melepaskan dirinya dengan sungguh-sungguh dari cengkeraman/cekikan IBLIS sehingga dapat terlepas dan tidak terjerat ke dalam SARANG-nya IBLIS.
TAKEN INTO SYSTEMATIC PLANS OF THE DEVIL

Dari yang mengasihi anda
Si momad69Aisha
I Love Muslimin Except Islam, ???? ??? ?? ????
Reply| 04 Mar 2014 10:46:37
Jelas Muhammad adalah juga Allah SWT, alias rangkap jabatan, maka itu tidak heran bisa ketukar-tukar, beliau menjadi puyeng ( linglung) sendiri, maka itu tidak heran, kalau Allah bisa memanggil diri-Nya sebagai “Engkau?”, sedangkan “Allah” sendiri dipihak yang menyembah dan meminta tolong? OLENG KALI?

IBLIS menipu & tampil sbg malaikat terang dengan menyebut diri sebagai Malaikat Jibril (Gabriel)
Muhammad SAW = Dirasuki Jibril atau dirasuki IBLIS
Allah SWT = IBLIS
Muhammad SAW = IBLIS = Allah SWT

Orang-orang yang mau mentaatkan diri kepada orang sesat (SINTING) ini, berarti orang itu taat pada perintah-perintah IBLIS dan telah terperdaya/tertipu.
Secara kacamata spritual/rohani hal ini dikatakan: DIAMBIL KE DALAM RENCANA-RENCANA SISTEMATIS DARI IBLIS (TAKEN INTO SYSTEMATIC PLANS OF THE DEVIL).
islamquranhadist
Reply| 28 Jul 2013 21:34:26
@buren

Dah siap menerangkan yang ini:

Mari kita lihat siapakah “KAMI” yang selalu berwahyu dalam Al quran:
QS. 2:133; QS. 2:163; QS. 4:171; QS. 5:73; QS. 6:19; QS. 9:31; QS. 12:39; QS. 13:16; QS. 14:48; QS. 14:52; QS. 16:22; QS. 16:51; QS. 18:110; QS. 21:108; QS. 22:34; QS. 37:4; QS. 38:65; QS. 39:4; QS. 40:16; QS. 41:6; QS. 112:1.
Yang oleh ahli-ahli Islam dinyatakan konsisten (Pastinya anda cuma copas dari ustad ustad DODOL yang ngga tahu kalimat dan menjadikanmu DODOL KWADRAT) bila dalam suatu aksi perbuatan malaikat ikut terlibat, bukan hanya Allah SWT sendiri.

QS 70:40
“Maka AKU bersumpah dengan TUHAN Yang Mengatur tempat terbit dan terbenamnya matahari,bulan dan bintang; sesungguhnya KAMI benar-benar Maha Kuasa”.

Silahkan anda dan para pembaca untuk mencermati yang huruf kapital,
1. Siapa AKU yang bersumpah dengan TUHAN
2. Siapa TUHAN
3. Siapa KAMI

Mari kita lihat ayat-ayat sebelum dan sesudah ayat tersebut dari mulai QS 70, 39 – 41
39 Sekali-kali tidak! Sesungguhnya Kami ciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui (air mani).
40 Maka AKU bersumpah dengan TUHAN Yang memiliki timur dan barat, sesungguhnya KAMI benar-benar Maha Kuasa.
41 Untuk mengganti (mereka) dengan kaum yang lebih baik dari mereka, dan Kami sekali-kali tidak dapat dikalahkan.

Mungkinkah yang dimaksud AKU adalah Muhammad atau Jibril yang bersumpah dengan TUHAN?
Kalau Ya, maka Al quran pastilah wahyu Muhammad atau Jibril.
Kalau Tidak, maka Al quran pastilah wahyu “Oknum” lain yang tidak jelas.

Mungkinkah yang dimaksud AKU adalah allow swt yang bersumpah dengan TUHAN?
Kalau Ya, maka siapakah TUHAN yang bersumpah dengan Allow swt.
Kalau Tidak, ada “Oknum” lain yang tidak jelas.

Siapakah TUHAN dimaksud yang oleh “AKU” bersumpah dengannya?
Mungkinkah TUHAN adalah allow swt?
Kalau Ya, maka Muhammad atau Jibril lah yang bersumpah dengan allow swt
Kalau Tidak, ada “Oknum” lain yang tidak jelas.

Kalau anda sudah memahami siapakah AKU dan siapakah TUHAN dalam kalimat “AKU bersumpah dengan TUHAN”, maka anda akan mengetahui siapakah “KAMI” apakah itu adalah kata ganti ALLOW SWT dalam pengertian tunggal atau “KAMI” adalah gabungan antara AKU yang bersumpah dengan TUHAN, yang pasti adalah JAMAK.

Jika ayat tersebut diciptakan oleh Muhammad, maka sesungguhnya Al quran adalah wahyu Muhammad.
Jika ayat tersebut wahyu allow swt, maka sesungguhnya ada 2 DZAT yang maha kuasa yaitu Allow swt dengan Tuhan.

Lalu siapa yang ngucapin/berwahyu ini?
1.Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
2.Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam
3.Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
4.Yang menguasaidi Hari Pembalasan
5.Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan
6.Tunjukilahkami jalan yang lurus
7.(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
islamquranhadist
Reply| 28 Jul 2013 21:20:16
@afandi

Kamu itu Islam bukan?
Tahu ngga kalau QURAN ITU TURUN DARI LANGIT?
Tahu ngga kalau Quran itu sudah TERTULIS di lauh mahfuzh?
Tahu ngga kalau Quran itu sudah diturunkan pada malam lailatul qadar?

Apa maksudmu QURAN ITU NGGA PENTING???!!!
Atau ngga ada kebenaran di dalam QURAN sehingga percuma????!!!!

Hayo.... buktikan Islammu.

Allow swt berwahyu dalam Quran yang sudah tertulis di lauh mahfuz dan sdah diturunkan pada malam lailatul qadar, dan allow swt mengatakan:

1.Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
2.Segala pujibagi Allah, Tuhan semesta alam
3.Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
4.Yang menguasaidi Hari Pembalasan
5.Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan
6.Tunjukilahkami jalan yang lurus
7.(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
afandi
Reply| 28 Jan 2013 16:54:19
dari semua itu apa yang ditulis, untuk menjelek-jelekkan atau mencari-cari logikanya. semua nya tidak berprinsip mencari kebenaran. hanya mencari-cari atau mengada-adakan pertentangan saja. jangan dilayani (percuma) dilayani (percuma) juga.
anti
Reply| 23 Jan 2013 16:09:18
Jangan bersikap sombong keterlaluan seperti itu,pernahkah admin berfikir betapa kecilnya arti anda dihadapan Tuhan yang Esa,yg menciptakan anda alam semesta dan isinya, kenapa anda songong congkak terhadap yang menciptakan anda,padahal awalnya anda mati hanya satu sel,coba bayangkan anda asalnya hanya satu sel,belum bernyawa, kamu bukan apa-apa tidak ada artinya.setelah sempurna jadi manusia padahal manusia diberi akal yang sempurna dibandingkan mahluk lain yang Allah ciptakan, eh...malah jadi pembangkang Allah yang membuat kamu seperti sekarang. memang ya orang yang hatinya buta sudah dikasih tau yang benar tetep aja keras seperti batu bahkan lebih keras lagi dari batu,padahal batu yang keras kalau kena tetesan air lama-lama jadi legok. otak kamu tidak berubah hanya membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar, otaknya muter-muter terus jadinya pusing sendiri, ya wajar juga sih namanya juga buta mata hati, ya pasti tersesat terus....
rendra_jkt
Reply| 23 Jan 2013 16:07:37
@buren..
sama aja bro, melintir juga ceritanya..
kami=kami, kenapa pula jadi berubah arti..
salam..
rendra_jkt
Reply| 23 Jan 2013 16:05:20
@buren..
iya juga sih, tapi lebih parah lagi, jika dah punya istri/selir banyak, masih aja ngembat kambing ato mayat..
sadis gak bro?
salam..
rendra_jkt
Reply| 23 Jan 2013 16:02:14
@Mualaf..
walah lari dari topik nih.. oh ya, gimana dgn azwar aswad bro?
salam..
peduli
Reply| 11 Dec 2012 08:56:36
saya kira apa saja yang dijelaskan oleh bp buren sudah sangat jelas, trimkasih bp buren, semoga mereka sadar dan cepat-cepat berumah tangga
buren
Reply| 11 Dec 2012 01:10:27
ngeluh melulu ente mhd_g1l4]
Secara manusiawi Muslim akan mengerti bahwa kami adalah kata ganti jamak, secara iman Muslim mengaminkan bahwa :
KAMI = TUNGGAL
Cobalah muslim menterjemahkan Surah Semut Ayat 91, kalimat “Tuhan Negeri ini (Mekah)” kemudian menterjemahkan syahadatnya sebagai pemeluk Islam.

Wacana diatas hanya akan mendatangkan pendebat Muslim yang menggantikan topik dengan jawaban TIDAK MENJAWAB dan mengalihkan isu isu lainnya sama persis seperti pesulap amatiran yang baru belajar sulap.

Atau pendebat Muslim akan mengatakan ketidak pahaman orang lain tentang tata bahasa Arab yang merupakan bahasa sorgawi, jelas dan mudah dimengerti dengan berbagai macan tafsiran versi Islam.

JAWABAN BUAT ENTE
ana= saya/aku (tunggal)
nahnu=kami (jamak)

mengenai yang kabur bagi ente. Seperti FirmanNya ??? (Ana = Aku) dan ??? (Nahnu = Kami).

Para Ahli b. arab mengartikan ??? (Nahnu = Kami) disini jamak adalah salah satu yang diagungkan dan memiliki pembantu-pembantu.

?????? (iyya = hanya kepada) dan siapa yang dimaksud dengan kata ????? (inna = sesungguhnya kami ), karena ikut sertanya para malaikat dalam tugas yang mereka diutus untuk menyampaikannya, sebab mereka adalah para utusanNya.

Adapun berkenaan dengan satu-satunya illah yang berhak di ibadahi, maka berlaku bagi-Nya saja.

Karena itu Allahu ta’ala tidak pernah berfirman yg berbunyi begini ????? ???? ( faiyyana fa’budu = hanya kepada kami, maka beribadahlah).

Setiap kali memerintahkan ibadah, takwa, takut dan tawakal, Dia menyebut diri Nya sendiri dengan nama khususNya(Ana=tunggal). Adapun bila menyebut perbuatan perbuatan yang dia mengutus para malaikat untuk melakukannya maka Dia sebut nahnu=kami)berfirman :

?????? ????????? ???? ??????? ????????

sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata (Al Fath : 1)

dan…

??????? ??????????? ?????????? ?????????

Apabila Kami telah selesai membacakannya, maka ikutilah bacaanya itu (Al Qiyamah : 18)

Contoh lain dalam ayat ketika Allah menciptakan Adam dia menyebut dg kata2 Ana=aku, kenapa demikian ? karena adam langsung diciptakan oleh Allah sendiri tanpa ikut serta malaikat. Ketika Allah menciptakan Isa Allah menggunakan Nahnu kenapa? krn Allah mengutus malaikat di dalamnya

kemudian ketika Allah menciptakan manusia pada umumnya Allah menggunakan kata2 nahnu=kami,kenapa ? krn Allah dalam menciptakan manusia/anak adam seperti saya ataupun anda di dalam nya ada keterlibatan ayah anda atau ibu anda.

kemudian ketika Allah menciptakan Alam semesta Allah menggunakan kata2 Ana=aku kenapa? krn Allah menciptakan langsung tanpa ikut serta malaikat2nya.

JAWABAN SURAT SEMUT 91
Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Mekah) Yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya- lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang- orang yang berserah diri.” (QS an naml:91)

Allah memerintahkan kepada muhammad Saw, untuk mengucapkan kata-kata tersebut…jadi kata aku adalah untuk manusia(muhammad), kata aku disana bukan untuk Allah. sdgkan tuhan negeri ini (mekah) adalah menunjukkan bahwa Aku hanya diperintahkan Allah untuk menyampaikan kepada penduduk negeri ini bahwa tuhan di negeri ini atau dimanapun adalah Allah. untuk lebih jelasnya anda bisa baca tafsir ibnu katsir.

KALIMAT SYAHADAT
lah bermakna ‘ma’luh’ bukan ‘alih’
Pembaca mungkin bertanya-tanya tentang judul ini. Apa maksudnya ?

Syaikh Shalih Alusy-Syaikh memaparkan: ‘Sesungguhnya kaum Mutakallimin, Asya’irah dan Mu’tazilah serta orang-orang yang mewarisi ilmu bangsa Yunani memiliki pendapat bahwa kata ‘ilah’ di situ bermakna fa’il (sejenis pelaku). Memang, dalam bahasa Arab kata yang mengikuti pola ‘fi’al’ (seperti halnya ‘ilah’) terkadang bermakna fa’il (alih mengikuti pola fa’il) dan terkadang bermakna maf’ul (sehingga artinya menjadi ‘ma’luh’/yang disembah). Nah, dari celah itulah mereka mengatakan bahwa kata ‘ilah’ bermakna ‘alih’. Sedangkan kata ‘alih’ itu berarti Yang Berkuasa (al-Qaadir). Oleh sebab itulah mereka menafsirkan kata ilah sebagai al-Qadir ‘alal ikhtiraa’ (Dzat Yang Berkuasa menciptakan). Ini bisa kalian jumpai dalam buku-buku Aqidah kaum Asya’irah, sebagaimana tercantum dalam buku Syarh ‘Aqidah Sanusiyah yang mereka namai dengan istilah Ummul Barahin. Di dalamnya dinyatakan bahwa kata ‘ilah’ artinya Dzat Yang Maha tidak membutuhkan segala sesuatu, Dzat yang dibutuhkan oleh segala sesuatu selain diri-Nya. Sehingga dia mengatakan : la ilaha illallah artinya; Tidak ada Dzat yang Maha Kaya dan menjadi sumber terpenuhinya kebutuhan segala sesuatu kecuali Allah. Ini artinya mereka telah menafsirkan tauhid uluhiyah dengan makna tauhid rububiyah…’ (lihat at-Tam-hid, hal. 75-76)

Makna yang benar adalah
la ilaha illallah adalah tiada sembahan yang benar kecuali Allah. Atau dalam bahasa Arabnya dikatakan ‘la ma’buda bihaqqin illallah’ atau ‘la ma’buda haqqun illallah’. Sehingga ilah sama artinya dengan ma’bud yaitu sesembahan. Artinya segala bentuk ibadah hanya boleh ditujukan kepada Allah. Adapun selain Allah, apabila mendapatkan peribadahan maka peribadahan tersebut adalah peribadahan yang batil (lihat Syarh Tsalatsat al-Ushul, hal. 71)

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), ”Yang demikian itu karena Allah adalah yang Haq sedangkan segala sesuatu yang diseru/disembah selain-Nya itulah yang Batil.” (QS. al-Hajj
buren
Reply| 10 Dec 2012 22:22:02
unt mhd g1l4
saya kira apa yang sudah dijelaskan sudah cukup rasional, anda mengucapkan kata kasar mungkin anda sudah tegang sehingga saya sangat memakluminya saya sangat memahaminya kalau kalian tidak boleh nikah, jika anda atau pastur atau biarawati belum bisa merasakan kehangatan atau melepaskan birahinya. Mohon kalian segera menikah mungkin pikiran kalian akan lebih fresh sehingga commennya lebih terpuji dan terhormat, sebaiknya saya sarankan kalian nikah aja deh.
Waktu di kampung saya punya 1 ekor Entok/bebek saya pelihara terpisah sehingga si entok tersebut tidak pernah merasakan kenikmatan behubungan intim sehingga bebek ketika saya lepaskan dia ngaur sangat kacau bahkan dia mengigit dirinya.
koesbiantoro
Reply| 24 Sep 2012 01:27:04
semoga waktu, rejeki dan ilmu yang telah kalian peroleh akan lebih bermanfaat di lain hari...tidak hanya untuk berdebat seperti ini...
mhd_61l4
Reply| 15 Sep 2012 17:22:31
@Ishak
Saya salut dengan penjelasan panjang lebar anda diluar apakah itu benar atau salah.

Anjing saya suka menggonggong panjang panjang tetapi tidak ada apapun diluar sana.

Tetangga saya yang gila selalu menggaruk kepala kalau kakinya gatal.

Apapun yang anda tulis, selamat buat anda kalau anda bisa mengerti yang saya maksudkan.... semoga anda menggunakan sedikit saja "OTAK" yang sudah dikaruniakan Tuhan.

Catatan: Anjing saya juga punya otak, hanya beda cara menggunakannya dengan manusia.
mhd_61l4
Reply| 15 Sep 2012 17:18:20
@bodoh loe
Ni orang yang nulis artikel pasti gak ngerti Qur’an cuma baca terjemahannya aja..
hei bung kalau pengen nerjemahin Qur’an ente kudu ngerti betul bahasa Arab.. gak asal ngomong kosong…
bahsa Arab nih paling ribet bung..
------------------------
Terima kasih, anda sangat jujur sekali

------------Bahasa Arab nih paling ribet bung..----------

Bahwa Quran adalah kitab yang jelas bermakna Quran adalah kitab paling ribet.

Pernyataan anda terbukti dengan adanya ribuan kesalahan tafsir oleh ahli ahli Bahasa Arab dan Islam di department Agama yang dipermasalahkan oleh ahli Islam lainnya.

Saya cuma mengingatkan anda untuk berhati hati karena anda sudah menghina Allah dengan mengatakan wahyunya paling ribet.

Saya tidak tahu apakah anda Muslim atau bukan, berhati hatilah karena leher anda bisa terpisah dari tubuh anda dengan hinaan yang sedemikian kejinya.

Quran = Wahyu Allah
Quran berbahasa Arab
Bahasa Arab paling ribet.
Quran Wahyu Allah Paling Ribet.

Terima kasih atas pencerahannya.
mhd_61l4
Reply| 15 Sep 2012 17:11:48
@Indra
al-quran ada dengan segala penafsirannya. baik dari dalam moslem ataupun diluar moslem, setiap penafsiran sesuai dengan tingkat akal dan hidayahnya…buat mereka tidak sependapat dengan tafsir didalamnya boleh saja karena memang saat ini cukup disitu saja, tapi bagi mereka dengan tingkat tafsir tertentu dan maqom tertentu akan merasakan “dunia tanpa kata-kata…”
-----------------------------
Saya pastikan anda termasuk Muslim yang baik dan Islam yang buruk, karena kalau anda Islam yang baik, tentunya anda akan bersumpah serapah kalau ada tafsir yang tidak sesuai dengan tafsir anda.

Pernyataan anda menguatkan betapa Allah Islam adalah Allah yang iseng dengan memberikan Quran yang jelas untuk dibebas tafsirkan.

Sekaligus anda mencela Allah Islam sebagai Allah yang tidak mampu dipahami setiap orang. (Anda tidak perlu membahasnya, karna terminologi yang akan anda pakai justru akan jungkir baik dengan akal dan logika manusia, dan itu jawaban has Islam, Allah tidak bisa dipahami adalah Allah yang sangat mudah dipahami atau sebaliknya)

Selanjutnya anda menutup:
setiap agama memiliki org bodoh dan pintar, setiap agama memiliki orang kaya dan miskin, setiap agama memiliki orang bijaksana dan keblinger….hihihi….
-----------------------
Saya sangat setuju dengan pendapat anda dengan tambahan, kecuali agama ISLAM.

Di agama Islam yang ada adalah TUNDUK dan PATUH dan tidak boleh bertanya apapun yang membahayakan keimanan Islam.
mhd_61l4
Reply| 15 Sep 2012 17:02:44
@Jagona
Quran versi Iklan, "Apapun tafsirannya, Islam pasti benar"

Itulah klaim Islam. Allah Islam terlalu iseng memberikan wahyu dalam bahasa sorgawi (Tulisan Arab Gundul), yang bahkan ahli ahli Islam sendiri dapat bertentangan menafsirkan dalil dalil yang sama di dalam Quran itu sendiri.

Bisakah anda mengklaim bahwa anda lebih ahli dari ahli ahli di department agama yang salah menafsirkan ribuan ayat Quran?

Versi Islam, sebodoh apapun anda, anda lebih ahli dari ahli ahli yang tidak sesuai dengan tafsir anda, yang penting anda membela Islam.

Yang terakhir berdasarkan tafsir anda,

Jadi bukan 7 ayat Al-fatihah yang berulang-ulang dibaca dalam shalat, tetapi 7 planet yang beredar berulang-ulang di atas orbit Bumi.
Dikatakan didatangkan pada Muhammad, karena pada saat itu (mi’raj) Muhammad singgah di setiap planet.
----------------------------------
Pertanyaan:
1. Berapakah planet versi Islam?
2. Berapakah planet yang sesungguhnya?

BE SMART DON'T BE SMART ASS LIKE ALLAH yang terlalu iseng bikin wahyu yang membingungkan.
mhd_61l4
Reply| 15 Sep 2012 16:52:16
@Cahaya
Al Fatihah itu Surat dari langit kebumi atau Surat dari bumi ke langit?

Pertanyaan di atas anda tutup dengan:
jwb : jangan-jangan yang lo baca adalah karangan dari teman-temen lo sendiri… jangankan cuma hadist….Al-Quran aja dah banyak yang kalian PALSUKAN…
---------------------
Kamu tipikal Slimers banget, kalau Quran bilang Alkitab dipalsukan, sekarang kamu menuduh Quran dipalsukan. Ada contoh Quran yang dipalsukan? Kalau ada, tolong kasih linknya ya (Kalau mau ketemu kamu, tentu sangat mengerikan).

Diawal anda menulis:
jwb : lo dapat pemikiran ini dari mana….. (terang aja lo bingung… makanya belajar ngebacanya serta menafsirkannya sama yang ISLAM bukan sesama lo…jelas aj lo bikin terjemahan atau tafsiran seenak lo aj…)
--------------------
Itulah hebatnya Quran yang JELAS tapi bisa multi tafsir.
Anjuran anda untuk belajar ngebaca serta menafsirkan adalah sebuah dilematis bagi kalangan Islam sendiri, bahkan Department Agama yang memiliki ahli ahli Bahasa Arab dituduh salah menafsrkan ribuan ayat Quran.
Sungguh, bahasa sorga (Bahasa Arab Gundul) dari Allah telah gagal dimengerti mahluk ciptaannya.

Selanjutnya anda menulis:
1. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang[1].
[1] Maksudnya: saya memulai membaca al-Fatihah Ini dengan menyebut nama Allah. setiap pekerjaan yang baik, hendaknya dimulai dengan menyebut asma Allah, seperti makan, minum, menyembelih hewan dan sebagainya.
------------------------------
Anda tidak perlu memberitahukan maksudnya karena semua orang tahu maksudnya, justru itulah pertanyaan yang harus kamu jawab berkenaan dengan wahyu.

Kalau sesuatu mewahyukan, dalam konteks kalimat di atas, seharusnya ada kalimat perintah yang memulainya.

Selayaknya anda mulai belajar kembali bagaimana bentuk kalimat. Yang dibahas bukan maksud anda atau maksud ahli tafsir, yang dibahas adalah berkenaan dengan wahyu seperti judul di atas.

1. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang[1].

Kamu jawab untuk dirimu sendiri, apakah yang berbicara yang memberikan wahyu atau yang membaca wahyu?

OK lah, saya tidak akan menanggapi satu persatu dari poin poin yang kamu ajukan, hanya memberitahukan kepadamu bahwa pondasi Islam adalah

"Quran adalah wahyu Allah langsung tanpa campur tangan manusia."

Katakanlah itu benar, karena kebenaran adalah satu satunya klaim Islam walaupun bertentangan dengan bukti dan fakta.

Saya setuju dengan terminologi Quran adalah wahyu Allah tanpa campur tangan manusia, kecuali kambing yang sudah memakan sebagian wahyu Allah seperti yang diceritakan Aisah.

Silahkan anda baca postingan saya yang lain dibawah.
mhd_61l4
Reply| 15 Sep 2012 16:28:58
Sebenarnya membahas wacana tersebut di atas terlalu berat bagi Muslim, bahkan yang sangat ahlipun akan mentok dan muter sana muter sini untuk memastikan Quran benar benar wahyu Allah Islam.

Mengapa demikian? Muhammad sendiri seperti yang diriwayatkan hadis (Hadis apapun yang diakui muslim sebagai hadis non palsu), menegaskan untuk memisahkan Quran dengan perkataannya.

Pondasi dalam Islam salah satunya adalah Quran benar benar wahyu langsung dari Allah tanpa campur tangan manusia (Kecuali kambing yang sudah memakan sebagian wahyunya), dan Allah Islam adalah benar benar tunggal.

Seribu satu macam penjelasan, baik yang bernalar mapun yang asal asalan akan diajukan untuk membela kebenaran versi Islam.
Kecarut marutan Quran dengan penempatan kata ganti Allah sebagai ku, dia, kami dan lain lainnya tidak akan terbantahkan secara logika dan akal pikiran ketika membaca Quran itu sendiri, tetapi iman Islam mengajarkan apapun kata ganti dimaksud, Allah tetaplah tunggal.

Secara manusiawi Muslim akan mengerti bahwa kami adalah kata ganti jamak, secara iman Muslim mengaminkan bahwa :
KAMI = TUNGGAL
Cobalah muslim menterjemahkan Surah Semut Ayat 91, kalimat "Tuhan Negeri ini (Mekah)" kemudian menterjemahkan syahadatnya sebagai pemeluk Islam.

Wacana diatas hanya akan mendatangkan pendebat Muslim yang menggantikan topik dengan jawaban TIDAK MENJAWAB dan mengalihkan isu isu lainnya sama persis seperti pesulap amatiran yang baru belajar sulap.

Atau pendebat Muslim akan mengatakan ketidak pahaman orang lain tentang tata bahasa Arab yang merupakan bahasa sorgawi, jelas dan mudah dimengerti dengan berbagai macan tafsiran versi Islam.

Muslim muslim yang turut berpartisipasi untuk menerangkan hal tersebut adalah:

Muslim muslim baik yang buruk dalam Islam (Berusaha menerangkan dengan santun dan etika) atau
Muslim muslim jahat yang baik dalam Islam (Caci maki dan sumpah serapah).

Bagi muslim muslim baik, saya cuma mau sampaikan BE SMART DON'T BE SMART ASS LIKE ALLAH, karena Allah terlalu iseng memberikan Quran yang jelas tetapi harus ditafsirkan dengan ilmu tafsir husus, pun masih meninggalkan pertentangan.

Bagi Islam yang baik, saya cuma menyampaikan bahwa beda manusia dengan anjing salah satunya adalah cara menggunakan karunia Tuhan yang luar biasa "OTAK". Bukan cara menggonggong, karena manusia tidak menggonggong.
Fetching more Comments...
↑ Back to Top