Kata Islam Berarti Damai?

 Muhammad membuktikan bahwa orang-orang Muslim yang baru ini tidak memeluk Islam dengan sungguh-sungguh beriman, namun karena pedang. Dengan jelas ia berkata kepada mereka, “Kamu tidak dapat meipuku dengan mengatakan bahwa kamu sudah bertobat, karena kamu melakukannya hanya setelah kamu menyerahkan diri kepada pedangnku”. Inilah arti Islam yang sebenarnya. 

 

 

Dipetik dari "The Deception of Allah"

Oleh Christian Prince

Saya sangat kesal bila melihat orang yang tolol tampil di TV dan memberi kita omong kosong dengan mengatakan, “Islam itu damai dan penuh kedamaian”. Bahkan mengatakan, “Islam berarti damai!”

Tidak perlu saya sebutkan siapa saja yang berdusta, seperti misalnya Presiden Obama dan para pemimpin Barat lainnya, yang mengatakan bahwa islam adalah damai. Entah mereka benar-benar tidak tahu soal Islam, ataukah mereka hanyalah pendusta.

Pertama-tama, Islam tidak berarti damai. Kata “damai” dalam Bahasa Arab adalah Salam. Apakah “Islam” dan “Salam” terlihat sama oleh anda?

ISLAM

 

 

 

 

SALAM

 

 

 

 

 

I

S

L

A

M

Islam

S

A

L

A

M

Damai

 

Kata “Islam” sangat berlawanan dengan kata “damai”

Muhammad berkata, ASLIMO TASLAMO

Aslimo = bertobatlah kepada Islam

Taslamo = engkau akan aman

 

Ayat terbaik untuk menjelaskan apakah Islam itu adalah Sura 48:16 dimana kata “Yu-Slmon” (= menjadi seorang Muslim) diterjemahkan dengan tepat menjadi “tunduk/menyerah”, di bawah ancaman Muhammad jika mereka tidak tunduk/menyerah kepadanya (memeluk Islam) mereka akan berhadapan dengan pasukannya.

Katakanlah kepada orang-orang Baduwi yang tertinggal: “Kamu akan diajak untuk (memerangi) kaum yang mempunyai kekuatan yang besar, kamu akan memerangi mereka atau mereka akan menyerah (masuk Islam). Maka jika kamu patuhi (ajakan itu) niscaya Allah akan memberikan kepadamu pahala yang baik dan jika kamu berpaling sebagaimana kamu telah berpaling sebelumnya, niscaya Dia akan mengazab kamu dengan azab yang paling pedih”.   Sura  48:16 (terjemahan Mohsin Khan).

Kemudian, Bahasa Arab dalam ayat sebelumnya memeluk Islam untuk menghindari kematian, mereka mengatakan bahwa kami adalah orang beriman tetapi Muhammad tahu mereka tidak pernah percaya kepadanya, tetapi mereka menjadi Muslim (menyerah) hanya untuk menghindari kematian.

Dalam pasal selanjutnya, kita akan melihat bagaimana Muhammad membuktikan bahwa orang-orang Muslim yang baru ini tidak memeluk Islam dengan sungguh-sungguh beriman, namun karena pedang. Dengan jelas ia berkata kepada mereka, “Kamu tidak dapat meipuku dengan mengatakan bahwa kamu sudah bertobat, karena kamu melakukannya hanya setelah kamu menyerahkan diri kepada pedangnku”. Inilah arti Islam yang sebenarnya.

Orang-orang Arab Baduwi itu berkata: “Kami telah beriman”. Katakanlah (kepada mereka): “Kamu belum beriman, tetapi katakanlah “kami telah tunduk”, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu, dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tiada akan mengurangi sedikitpun (pahala) amalanmu, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Sura 49:14 (terjemahan Mohsin Khan).

Saya tidak tahu sebaik apa ingatan anda, namun ingatkah anda Hadith ini: Sahih Al-Bukhari Vol. I, h. 13?

“Aku telah diperintahkan oleh Allah untuk berperang untuk membunuh (melakukan jihad) semua orang hingga mereka berkata tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan-Nya, dan agar mereka mendirikan sholat dan membayar zakat (uang). Jika mereka melakukannya, darah dan harta benda (kehormatan mereka) aman dariku”. 

Kisah yang sama dapat ditemukan dalam Sahih Muslim, Kitab 1, Nomor 29, 30 dan 32.

Jika Islam adalah damai, mengapa Muhammad memerintahkan untuk berperang hingga kita bertobat dan menjadi budak Muhammad, karena dialah sesungguhnya sesembahan Islam, dan bukan Allah, dan hanya dengan demikianlah darah kita tidak akan ditumpahkan dan para wanita kita tidak akan diperbudak, diperkosa dan dibunuh.

Jika seorang Muslim membunuh anda, ia tidak akan dihukum karena telah berbuat demikian, karena darah anda gratis. Perhatikanlah, jika anda membantai seekor sapi dalam Islam, untuk itu anda harus membayar ganti rugi kepada pemiliknya. Tetapi jika anda membunuh orang Kristen atau orang Yahudi, darah anda tidak ada harganya bagi orang Muslim, sebagaimana yang akan kita lihat dalam Hadith berikut ini.

 

Keadilan Dalam Islam

Sahih Bukhari, Kitab 3, Hadith 111, Sahih Bukhari, Kitab 52, Hadith 283 dan Sahih Bukhari, Kitab 83, Hadith 50:

“Nabi berkata bahwa tidak seorang Muslim pun boleh dibunuh sebagai hukuman karena membunuh orang yang tidak beriman”.

Betapa adilnya Muhammad! Dia sangat adil! Bayangkan jika ia memiliki hukum yang mengatakan jika anda seorang Muslim, anda tidak akan mendapat hukuman apapun!

Presiden Obama dalam kunjungannya ke Mesir, dalam pidatonya ia mengutip Quran 5:32. Ia berkata:

“Quran yang suci mengajarkan siapaun yang membunuh orang yang tidak bersalah, itu sama dengan membunuh seluruh umat manusia; dan barangsiapa menyelamatkan satu orang, itu sama dengan ia telah menyelamatkan seluruh umat manusia. Iman yang dianut lebih dari satu milyar orang jauh lebih besar dari dari kebencian sempit segelintir orang. Islam bukanlah bagian dari permasalahan dalam memerangi kekejaman ekstrimisme – (Islam) adalah bagian penting dari mempromosikan damai”.

Faktanya, Muhammad mengambil ayat ini dari Mishnah Yahudi, Sanhedrin 4:5 dan tercatat dalam Alkitab (Kejadian 9:6) demikian:

Maka barangsiapa menumpahkan darah manusia, darahnya sendiri akan ditumpahkan oleh manusia, karena Elohim membuat manusia itu menurut citra-Nya sendiri”.

  • Perhatikan inilah keadilan yang sejati. Jika anda orang Yahudi dan anda membunuh siapapun, walaupun ia bukan yahudi, maka anda akan dibunuh.
  • Kemudian kita akan melihat jika seorang Muslim membunuh non Muslim, makai a tidak akan dibunuh!

Tetapi Presiden Obama tidak mengutip bagian pertama dari Quran 5:32, yang dengan jelas menyatakan bahwa ayat ini diberikan sebagai arahan kepada umat Israel. Bagian ayat yang menjadi referensi ini hanya diberlakukan/diwajibkan kepada orang Israel. Sesungguhnya ayat ini berarti, dari perspektif orang Muslim, membunuh orang yang melakukan kerusakan di bumi bukanlah sebuah permasalahan. Siapakah yang boleh dibunuh karena telah melakukan kerusakan di bumi?

  1. Orang Kristen
  2. Orang Yahudi
  3. Orang Hindu
  4. Orang Budha
  5. Ateis 

 

Singkatnya, darah semua orang Muslim boleh ditumpahkan.

Muhammad diperintahkan untuk membunuh kita semua, kecuali kita menjadi mualaf, atau membayar Jizyah. Catat: pilihan Jizyah hanyalah bagi orang Kristen dan Yahudi. Kematian adalah suatu keharusan bagi semua orang lain sebagaimana yang ditulis dalam Quran 9:29 sebagai berikut:

Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.

 

Kata “perangilah” dalam Quran 9:29 adalah MEMERANGI UNTUK MEMBUNUH 

PERANGILAH untuk membunuh mereka

Perangi untuk membunuh

Terbunuh

Membunuh

Membunuh sebagai perintah

Sebagaimana dalam Quran 9:29, Qatelo

Youqatel

QATALA

Yaqtol

Qatel

 

 

Menurut Bahasa Arab yang benar, kita tidak  mengatakan “Qatel” untuk orang yang berkelahi dengan cara saling memukul. Kata ini berarti memerangi untuk membunuh!

Untuk membuktikan kekeliruan kata-kata dalam ayat ini mengenai kita, kita dapat kembali membaca Sahih Bukhari, Kitab 8, hadith 387; Sahih Bukhari, Kitab 52.

Hadith 196; Sahih Bukhari, Kitab 84, Hadith 59; Sahih Bukhari, Kitab 92, Hadith 388:

“Aku telah diperintahkan oleh Allah untuk berperang untuk membunuh (melakukan jihad) semua orang hingga mereka berkata tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan-Nya, dan agar mereka mendirikan sholat dan membayar zakat (uang). Jika mereka melakukannya, darah dan harta benda (kehormatan mereka) aman dariku”.   

 

Kisah yang sama dapat ditemukan dalam (Sahih Muslim, Kitab 001, Nomor 0029 dan 0030).

Anda dapat membaca banyak ayat dalam Quran seperti Quran 9:29. Tetapi untuk membuktikan ayat ini hanya mengacu kepada pembunuhan seorang Muslim ketika (Quran 5:32) mengatakan, “Barangsiapa yang membunuh seorang manusia…maka seakan-akan ia telah membunuh manusia seluruhnya” dan harus dihukum, kita perlu melihat Hadith (Sahih Bukhari Kitab 3, Hadith 111; Sahih Bukhari Kitab 52, Hadith 283; dan Sahih Bukhari Kitab 83, Hadith 50) :

Nabi berkata tidak seorang Muslim pun boleh dibunuh sebagai hukuman karena telah membunuh orang yang tidak beriman.

Mengapa orang Muslim tidak boleh dibunuh jika ia telah membunuh seorang Kristen? Jawabannya sederhana. Menurut Muhammad, anda (orang Kristen) telah melakukan kerusakan dengan menolak Islam, dan itu membuat anda dan darah anda gratis/tidak berharga. Dengan cara inilah Muhammad menyebarkan islam, seperti yang telah kami tunjukkan kepada anda dalam Hadith Sahih Bukhari Vol. 1, h, 1.

Ayat berikut ini dalam Quran akan mengatakan pada kita siapakah yang melakukan kerusakan di bumi.

Dari Ibn Kathir, kita mendapatkan Tafsir berikut ini. Bacalah terjemahan Muslim pada tautan ini: http://tafsir.com/default.asp?sid=5&tid=13723

Di samping itu, bacalah terjemahan saya: Apa yang diterjemahkan Muslim seperti, “… seakan-akan ia telah ia telah membunuh manusia seluruhnya” seharusnya diterjemahkan, “Barangsiapa membunuh satu jiwa (manusia) yang telah diberi perlindungan oleh Allah dari pembunuhan, sama dengan orang yang membunuh semua manusia”.

Kitab Tafsir Al-Quran, Ibn Kathir, cetakan 2, 1999, V3, h, 93:

Sebagaimana dilaporkan dari Sa’eed Bin Jubaer, ia mengatakan, “Barangsiapa memberi hak atas dirinya untuk menumpahkan darah seorang Muslim, sama dengan dia yang mengijinkan penumpahan darah semua umat manusia. Barangsiapa melarang penumpahan darah seorang Muslim sama dengan orang yang melarang penumpahan darah semua orang. 

Ini soal penumpahan darah yang dilarang Allah, dan itu hanyalah darah orang Muslim. Itulah sebabnya mengapa Muhammad mengatakan (Sahih Bukhari Kitab 3, Hadith 111; Sahih Bukhari Kitab 52, Hadith 283; dan Sahih Bukhari Kitab 83, Hadith 50) :

“ … Nabi berkata tidak seorang Muslim pun boleh dibunuh sebagai penghukuman karena telah membunuh orang yang tidak beriman …”

Jika membunuh satu manusia tidak hanya dikaitkan dengan orang Muslim, maka hukumannya haruslah kematian. Dengan jelas ayat itu mengatakan kematian adalah hukuman bagi orang yang membunuh. Namun, Muhammad memperjelas bahwa ini perihal orang yang membunuh orang Muslim. Faktanya adalah, anda tidak perlu membunuh seorang Muslim agar anda dibunuh. Sebagaimana yang telah saya tunjukkan, anda adalah musuh Allah jika anda bukan orang Muslim. Sudah menjadi kewajiban setiap orang Muslim untuk menumpahkan darah anda, kecuali memeluk Islam. Seperti yang kita temukan dalam Hadith (Al-Muwatta ‘Imam Malik Ibn Anas, Kitab 43, hadith 15:8), “Seorang Yahudi atau Kristen, uang darah untuk tebusannya berharga separuh dari uang darah seorang Muslim yang merdeka”.

Yahya memberitahu aku dari Malik, karena ia mendengar bahwa ‘Omar Ibn ‘Abed Al-‘aziz (Khalifah Muslim) memberi keputusan jika seorang Yahudi atau Kristen dibunuh, maka uang darah untuk tebusannya adalah separuh dari uang darah seorang Muslim yang merdeka. Malik berkata, “Apa yang dicapai dalam komunitas kami adalah seorang Muslim tidak boleh dibunuh sebagai pembalasan atas kematian seorang Kristen atau Yahudi, kecuali orang Muslim yang membunuhnya melakukan pengkhianatan. Dalam hal itulah ia dibunuh”. 

Dalam buku Al-‘Ebar Fe Khaer man Gaber oleh AL-Zahabi V1 hal. 175, Ibn Kathir buku al-Bedaiah Wal Elnihayah V3, hal. 318 dan V 11, Tahun 398:

“Penghancuran sampah (nama yang diberikan orang Muslim kepada Gereja “Holy Sepulcher”) pada tahun 398. Pada tahun itu, penguasa Muslim (Khalifah) memerintahkan penghancuran Gereja Sampah (Gereja Holy Sepulcher), dan itu adalah gereja orang Kristen, dan mengijinkan semua orang Muslim untuk mencuri/menjarah semua furnitur dan apa saja yang ada di dalamnya. Alasannya adalah mereka (orang Kristen) mengklaim Api Suci yang datang dari langit dari kubur kosong Yesus Kristus pada Hari Paskah adalah keliru, dan mereka berusaha membuat orang-orang Kristen yang naif percaya akan hal itu, padahal (api itu) terbuat dari lukisan Al-Balsan!”

Pada saat yang bersamaan, mereka memerintahkan penghancuran banyak gereja di Mesir, dan mereka mulai menghimbau orang Kristen untuk meninggalkan negara Islam, jika mereka tidak mau menerima Islam dan menerima syarat-syarat Islam yang diberlakukan pada mereka. Khalifah juga menambahkan beberapa poin pada Pakta Omar:

  1. Setiap orang Kristen harus mengenakan salib kayu seberat 4 pound di lehernya.
  2. Setiap orang Yahudi menjinjing di atas kepalanya sapi yang terbuat dari kayu seberat 6 pound
  3. Jika mereka pergi ke kamar mandi umum mereka harus menggantungkan di leher mereka tempat air seberat 6 pound dan mengkaitkan lonceng pada tempat air tersebut.
  4. Dan mereka dilarang menaiki kuda.

Seorang budak perempuan berkulit hitam dibunuh tanpa ampun walau tidak melakukan kejahatan. Ia menghina Muhammad. Muhammad memberkati pembunuhnya, seperti yang kita lihat dalam Hadith berikut ini. Kitab Ibn Dawood, ‘Hudud (penghukuman) terhadap mereka yang menghina nabi (Sunan Ibn Dawood, hal. 129, Hadith 4361, Bahasa Arab; Kitab 38, hadith 4348, Bahasa Inggris) :

Kitab Ibn Dawood , ‘Hudud (penghukuman) terhadap mereka yang menghina nabi (Sunan Ibn Dawood Hoodood, hal. 129, Hadith 4361, Bahasa Arab; Kitab 38, hadith 4348 bahasa Inggris) :

Diriwayatkan Abdallah Ibn ‘Abbas: Seorang buta memiliki budak perempuan yang adalah ibu dari salah satu keturunanya, yang menggunakan perkataan yang menghina terhadap nabi Allah dan tidak menghormatinya, dan pemiliknya memerintahkannya untuk tidak melakukan hal itu, tetapi ia tidak berhenti menghina nabi. Suatu malam perempuan itu mengolok-olok nabi, lalu ia mengambil belati, dan menikam perut perempuan itu, lalu ia menindihnya dan hingga menembus perutnya, dan membunuhnya. Anaknya yang berdiri di antara kedua kakinya bersimbah darah ibunya. Ketika pagi datang, nabi diberitahu tentang insiden itu. Ia mengumpulkan orang-orang dan berkata, “Demi Allah aku mencari orang yang telah melakukan apa yang ia lakukan (membunuh budak), dan dengan hakku padanya, aku minta dia untuk berdiri”. Orang buta itu berdiri dengan gemetar di hadapan Nabi. Ia duduk dihadapan nabi dan berkata, “Wahai Rasul Allah! Aku adalah majikannya, ia selalu menghinamu dan mengatakan hal-hal yang buruk tentangmu. Aku telah melarangnya, tetapi ia tidak berhenti, dan aku menegurnya tetapi ia tidak meninggalkan kebiasaannya itu. Aku mempunyai dua anak laki-laki yang bagaikan permata darinya, dan ia adalah pendampingku. Semalam ia mulai menghina dan mengolok engkau. Lalu aku mengambil belati, menusuk perutnya, dan aku menekannya hingga belati itu menembusnya hingga aku membunuhnya”. Mendengar itu Nabi berkata, “Hai orang-orang bersaksilah, tidak ada penghukuman karena telah membunuhnya dan darahnya gratis”.

Inilah sebabnya mengapa orang Muslim di London memajang tanda (poster) besar bertuliskan: “Penggallah orang-orang yang menghina Nabi”, dan “Menurut saya Islam itu hanyalah soal damai dan keadilan!” Apakah anda perhatikan Muhammad bahkan tidak menginvestigasi apakah orang itu berkata benar atau tidak? Ini berarti jika anda tinggal di negara Islam dan anda membunuh budak anda, bahkan istri anda, agar anda bebas dari hukuman maka yang anda perlu lakukan hanyalah mengklaim bahwa ia telah menghina nabi, lalu anda menjadi pahlawan!

Lihatlah fatwa Muslim Sheikh yang memberi jawaban kepada orang Muslim yang bertanya apakah kisah ini benar (http://www.islam.tc/cgi-bin/askimam/ask.pl?q=6491&act=view).

Jawaban untuk Pertanyaan 6491 dari Kerajaan Inggris: Kami mengkonfirmasi keabsahan narasi ini. Alasan penghukuman tersebut diberlakukan pada orang yang telah membunuh perempuan itu adalah ia secara terang-terangan menyumpahi Rasulullah (Sallallaahu Alayhi Wasallam). Orang seperti itu disebut sebagai ‘Mubaah-ud-dam, yaitu jika dibunuh tidak akan ada klaim pembalasan. (Lihat Badhlul Majhood vol.6 hal.125). Ada Ijmaa (konsensus) perihal aturan ini, dan Allah Ta’ala Mengetahui Yang Terbaik. Maulana Muhammad ibn Maulana Haroon Abbassommar. JURUSAN KHUSUS DALAM HADITH TERPERIKSA DAN TERBUKTI: Mufti Ebrahim Desai

 

Ini juga menunjukkan bahwa Muhammad lebih penting daripada Allah. Dalam Islam, jika anda menghina Allah, anda diberi waktu tiga hari untuk bertobat atau mati. Tetapi jika anda menghina Muhammad, anda akan dibunuh sekalipun anda bertobat.

Ketika mereka mengutip Quran 5:32 untuk menunjukkan pada anda bahwa Islam itu DAMAI, itu adalah DUSTA BESAR!

Siapapun yang mengatakan Islam berarti damai, menunjukkan kebodohannya. Apa yang sekarang dikenal dengan ketepatan politik berdasarkan pada “mari kita berlagak bahwa kita tidak tahu Islam itu jahat, dan jika ada orang yang mengatakan kebenaran, pasti ia menderita islamophobia!”

Selama kita berbicara mengenai keadilan, mari melihat betapa tidak adilnya Muhammad dalam keadilannya yang baik, tidak hanya antara orang Muslim dan non Muslim, tetapi juga antara orang Muslim itu sendiri, jika berkaitan dengan pria dan wanita.

 


0 comments Add a Comment
No comments yet
↑ Back to Top

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined method Error::shutdown_handler() in /var/www/html/bacabacaquran.com/fuel/core/bootstrap.php:36 Stack trace: #0 [internal function]: {closure}() #1 {main} thrown in /var/www/html/bacabacaquran.com/fuel/core/bootstrap.php on line 36