Siapakah Muhammad?

Mari kita memikirkannya bersama-sama. Malaikat itu menyuruhnya membaca? Bukankah seharusnya saya memberi anda selembar kertas atau sebuah buku untuk dibaca sebelum saya menyuruh anda untuk membaca sesuatu? Orang Muslim menutupi kesalahan ini dengan mengklaim bahwa kata itu berarti mengucapkan. Tetapi jika artinya adalah mengucapkan, mengapa Muhammad tidak berkata: “Aku tidak dapat mengucapkannya”? Anak-anak berusia lima tahun dapat mengucap/mengulangi ucapan. Tentu ini adalah soal bacaan, karena Bahasa Arab yang digunakan jelas berarti membaca. Ini menunjukkan beberapa hal yang membuktikan Islam keliru sejak awal kisah tersebut.

Dipetik dari buku "The Deception of Allah" Vol. 1

Oleh Christian Prince

 

Muhammad Adalah Anak Angkat

Untuk menyimpulkan penelusuran silsilah Muhammad, mari bersama saya membaca Bukhari, Kitab 40, Hadith 563. Hadith yang penting ini menunjukkan bahwa Muhammad tidak lebih dari seorang budak dalam keluarga yang membesarkannya:

Saat aku melihat pemandangan yang tidak menyenangkan itu, aku menemui Utusan Allah dan menceritakan padanya kisah tersebut. Nabi keluar dengan didampingi Zaid bin Harith, yang bersamanya kemudian, dan aku juga pergi bersama mereka. Rasul menemui Hamza (paman Muhammad) dan berbicara dengan kasar padanya. Hamza memandang Rasul dan berkata, “Bukankah engkau tidak lebih daripada budak leluhurku?” Rasul mengundurkan diri lalu pergi. Peristiwa ini terjadi sebelum pelarangan minum minuman keras. (Bukhari, Kitab 40, Hadith 563)

  • Mengapa paman dari Muhammad mengatakan dusta seperti itu, kecuali hal itu adalah benar?
  • Juga, mengapa Muhammad langsung mengundurkan diri tanpa berkata sepatah pun?
  • Pastilah hal itu merupakan sesuatu yang diketahuinya sebagai kebenaran, sehingga ia tidak dapat menyanggahnya.
  • Terlebih lagi, Muhammad kuatir jika ia berbicara lebih banyak, Hamza akan mengatakan lebih banyak hal lagi yang tidak ingin ia dengar.
  • Jelas bahwa Muhammad tidak menyangka Hamza yang adalah pamannya akan berkata demikian.
  • Semua ini menyatakan bahwa ayah Muhammad adalah seorang yang tidak dikenal.
  • Jika keluarga ini mengadopsinya, mereka memanggilnya Qathem, sesuai dengan nama salah satu putra mereka yang telah meninggal.

Siapa Yang Mengatakan Pada Muhammad Bahwa Ia Adalah Seorang Nabi?

Beberapa kata pertama yang diklaim Muhammad diterimanya dari Tuhannya, melalui perantaraan malaikat Jibril, dicatat dalam Quran 96:1. Jibril berkata kepada Muhammad, “Baca!” Muhammad berkata, “Membaca apa?” Menurut orang Muslim, ia berkata, “Aku tidak dapat membaca”. Sahih Al-Bukhari Kitab 1, Hadith 3 berbunyi (lihat juga Quran 96:1-3):

Malaikat datang kepadaku dan berkata kepadaku, Malaikat berkata, “Iqra’a” (baca). Aku berkata kepadanya, “Aku tidak dapat membaca”. Ia mencekik aku dan ia berkata lagi, “Baca”. Aku berkata, “Aku tidak dapat membaca”. Lalu ia mencekik aku lagi dan ia berkata, “Baca”. Aku berkata, “Aku tidak dapat membaca”. Lalu ia mencekik aku untuk ketiga kalinya dan bekata, “Bacalah demi nama Tuhanmu”.

Nah, kisah ini sama sekali tidak masuk akal. Mari kita memikirkannya bersama-sama. Malaikat itu menyuruhnya membaca? Bukankah seharusnya saya memberi anda selembar kertas atau sebuah buku untuk dibaca sebelum saya menyuruh anda untuk membaca sesuatu? Orang Muslim menutupi kesalahan ini dengan mengklaim bahwa kata itu berarti mengucapkan. Tetapi jika artinya adalah mengucapkan, mengapa Muhammad tidak berkata: “Aku tidak dapat mengucapkannya”? Anak-anak berusia lima tahun dapat mengucap/mengulangi ucapan. Tentu ini adalah soal bacaan, karena Bahasa Arab yang digunakan jelas berarti membaca. Ini menunjukkan beberapa hal yang membuktikan Islam keliru sejak awal kisah tersebut.

  • Jika Muhammad tidak dapat membaca, dan ia buta huruf, mengapa malaikat tersebut menggunakan kata yang salah, yakni “Baca”?
  • Jika Tuhan memerintahkan manusia untuk membaca, sedangkan ia buta huruf, bukankah semestinya ia kemudian dapat membaca, dan itu merupakan mujizat Tuhan?

Untuk menjelaskan hal ini lebih lanjut, bayangkan Yesus berkata kepada orang buta, “Lihat”. Tetapi orang buta itu berkata, “Aku tidak dapat melihat”. Lalu Yesus berkata lagi, “Lihat”. Tetapi orang buta itu berkata sekali lagi, “Aku tidak dapat melihat!” Lalu Yesus berkata sekali lagi, “Lihat”. Akhirnya, orang buta itu berkata lagi, “Aku tidak dapat melihat!!!”

Ini pastilah lelucon! Apa gunanya ia mengatakan hal itu sampai tiga kali namun tidak ada yang berubah? Muhammad masih tetap tidak dapat membaca!

Jika ini soal mengucap, mengapa malaikat itu menggunakan kata “Iqra’a” yang berarti “baca”?! Ingatlah, bukan malaikat itu yang memilih menggunakan kata Iqra’a, melainkan Allah. Allah memilih kata yang salah dalam memulai dan itu menyebabkan Muhammad menjadi bingung!

Apa tujuan mencekik Muhammad? Apakah dengan mencekiknya Muhammad kemudian memahami apa yang sedang dikatakan malaikat itu? Sama sekali tidak!

1.   Mengapa tiga kali? Ini soal angka. Sejak permulaan Islam memulai dengan kesempurnaan trinitas! Satu kali “Baca” tidaklah cukup, tetapi kali ketiga adalah puncaknya!

2.   Segala sesuatu dalam Islam didasari angka 3. Mengucapkan nama Allah sebanyak 3 kali sebelum melakukan segala sesuatu. Tindakan (pembersihan) didasarkan angka 3 agar benar-benar bersih! Membersihkan hidung 3 kali, membasuh tangan 3 kali, menggoyangkan keamluan 3 kali … semuanya 3 kali. Mengapa?!

3.   Menurut saya ada wahyu yang lebih mendalam dari kisah buatan ini. Faktanya, Muhammad memperoleh kisah buatan ini dari majikannya, yakni Waraqa Ibn Naofal. Untuk memahami siapakah yang sesungguhnya menciptakan Islam, mari membaca bersama saya Yesaya 40:5-6 sebagai berikut: “Dan akan disingkapkan kemuliaan TUHAN, dan semua manusia akan melihat bersama-sama, karena mulut TUHAN telah mengataknnya. Ada suara yang berkata, ‘Berserulah!’ dan dia berkata, ‘Apakah yang harus aku serukan?’’Semua manusia adalah rumput, dan semua kemuliaannya seperti bunga di padang’.

Sudah jelas Muhammad berusaha menjadi Nabi Yesaya dengan mengubah kisah tersebut, tetapi ia mengira ia menyajikan kisah yang logis. Namun faktanya kisah tersebut membuktikan ia keliru. Semua drama ini tidak diperlukan. Kisah tersebut menunjukkan bahwa sesembahan palsu ini tidak dapat mengadakan mujizat, karena seandainya Yesus yang berkata kepada Muhammad: “Baca!”, maka saya yakin ia akan membaca sekalipun ia buta huruf seperti yang diklaim orang Muslim.

Perintah Allah

Jawaban Muhammad

Tindakan malaikat

Jumlah total untuk membaca dan mencekik

 Baca

Aku tidak dapat membaca

Mencekik

1

Baca

Aku tidak dapat membaca

Mencekik

1

Baca

Aku tidak dapat membaca

Mencekik

1

 

Akibatnya:

Setelah tiga perintah untuk membaca dan tiga cekikan, Muhammad masih tidak mengerti apa yang diperintahkan malaikat itu kepadanya. Malaikat yang menyampaikan perintah Allah tidak sanggup membuatnya dapat membaca – atau mengerti!

 

Bandingkan dengan tindakan Yesus:

Berkata kepada orang buta: “Lihat”

Si buta melihat

Berkata kepada orang lumpuh: “Berjalan”

Si lumpuh berjalan

Berkata kepada orang mati: “Bangkit dari kubur”

Si mati itu bangkit

 

Mengapa Allah tiga kali memerintahkan Muhammad untuk membaca, namun ia tetap tidak dapat melakukannya dalam kisah rekaan ini? Apa tujuannya?

 


0 comments Add a Comment
No comments yet
↑ Back to Top

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined method Error::shutdown_handler() in /var/www/html/bacabacaquran.com/fuel/core/bootstrap.php:36 Stack trace: #0 [internal function]: {closure}() #1 {main} thrown in /var/www/html/bacabacaquran.com/fuel/core/bootstrap.php on line 36