Siapakah orang Muslim yang pertama?

Allah sangat bersikap liberal ketika Ia memberikan gelar “orang Muslim yang pertama”. ia berkata kepada sejumlah besar orang bahwa mereka adalah orang-orang Muslim yang pertama! Masing-masing contoh berikut berkontradiksi dengan yang lainnya. Berikut ini adalah beberapa kandidat: 

  • Muhammad: “Dan aku diperintahkan supaya menjadi orang yang pertama-tama berserah diri." (Quran 39:12)
  • Musa: “Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman." (Quran 7:143)
  • Abraham: “Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam". (Quran 2:132)
  • Adam: “Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga 'Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing)” (Quran 3:33)
  • Beberapa tukang sihir Mesir: “sesungguhnya kami amat menginginkan bahwa Tuhan kami akan mengampuni kesalahan kami, karena kami adalah orang-orang yang pertama-tama beriman."
  • Yesus dan para murid-Nya: “Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail) berkatalah dia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?" Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: "Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri”. (Quran 3:52)

Orang Muslim berusaha untuk membereskan kontradiksi yang jelas ini dengan mengklaim bahwa masing-masing orang tersebut adalah “Muslim pertama” di kalangan kaumnya. Ide ini jelas tidak ada dalam teks tersebut, dan satu-satunya alasan orang membuat klaim semacam itu adalah sebagai usaha untuk menyingkirkan kontradiksi yang ada.

Usaha untuk membereskan kontradiksi ini juga tidak lulus dari pertanyaan kritis. Quran 3:67menyatakan bahwa Abraham bukanlah seorang Yahudi maupun seorang Kristen, melainkan seorang Muslim.

“Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.”

Namun, ketika Musa didiskusikan dalam Quran 7:143, ia menyatakan bahwa ia adalah “yang pertama beriman”.

Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: "Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau." Tuhan berfirman: "Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku." Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: "Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman."

 

Apakah mereka berasal dari kaum yang berbeda? Tidak! Mereka berasal dari tradisi sejarah yang sama. Musa muncul setelah keturunan Abraham mengalami masalah di Mesir. Faktanya, Musa digambarkan sebagai orang yang memenuhi janji yang Allah buat melalui Abraham. Dalam konteks ini, sangatlah aneh dan janggal jika ia mengidentifikasi dirinya sebagai orang yang pertama beriman, terutama dalam suatu komunitas yang telah beriman dengan ingatan yang jelas akan Abraham sebagai “Bapa orang beriman”.

Lebih jauh lagi, ada bukti dari Quran bahwa Allah menyatakan diri kepada Harun (saudara Musa) pada saat yang sama (Quran 7:143) dan indikasi setidaknya ada satu orang Mesir yang beriman pada jaman Musa (40:28-35; 38:46).

Jadi ada Musa, Harun, orang Israel dan setidaknya satu orang Mesir di Mesir yang adalah orang-orang yang beriman kepada Allah. Namun, ketika para tukang sihir Mesir menerima jalan Allah, mereka menyatakan “kami adalah orang-orang yang pertama beriman” (Quran 26:51). Quran adalah suatu kontradiksi massal berkenaan dengan subyek ini, sesuatu yang tidak dapat diuraikan oleh tanggapan “kalangan mereka sendiri”.

 


0 comments Add a Comment
No comments yet
↑ Back to Top